BFP Lakukan Investigasi Terhadap Video Viral Dugaan Penjarahan oleh Relawan Pemadam Kebakaran di Supermarket Saat Kebakaran di Quezon City
BFP Meluncurkan Penyelidikan Terkait Tuduhan Penjarahan Viral
Biro Perlindungan Kebakaran (BFP) telah memulai investigasi menyusul video viral yang tampaknya menunjukkan relawan pemadam kebakaran menjarah supermarket saat kebakaran di Barangay Pasik, Quezon City. Rekaman yang beredar luas di media sosial ini memperlihatkan individu berseragam pemadam kebakaran mengambil botol alkohol dari toko Landers yang rusak di sudut Belfast Avenue dan Quirino Highway. Juru bicara BFP, Inspektur Pemadam Kebakaran Anthony Arroyo, mengonfirmasi penyelidikan tersebut, menekankan bahwa lembaga tersebut tidak mentolerir pencurian selama operasi pemadaman kebakaran. Insiden ini telah memicu kemarahan publik dan menimbulkan pertanyaan tentang perilaku kelompok relawan selama keadaan darurat.
Mengidentifikasi Individu yang Terlibat
Berdasarkan video dan perlengkapan keselamatan kebakaran yang dikenakan oleh para tersangka, BFP telah menentukan bahwa individu tersebut bukan personel lembaga, melainkan anggota organisasi relawan pemadam kebakaran. Arroyo mencatat bahwa penyidik sedang meninjau daftar kelompok relawan yang hadir di pos komando insiden untuk mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab. Sekitar 30 organisasi relawan membantu memadamkan kebakaran di toko tersebut. BFP bertujuan untuk memverifikasi identitas lima relawan yang terlibat dan kelompok yang mereka wakili. Arroyo memperingatkan bahwa sertifikat kompetensi dan kartu identitas mereka yang terbukti bersalah akan disita dan dicabut.
Potensi Tuntutan Pidana dan Administratif
Mereka yang terlibat dapat menghadapi tuntutan pencurian dengan pemberatan, karena mengeksploitasi bencana untuk keuntungan pribadi adalah pelanggaran serius berdasarkan hukum Filipina. Arroyo menegaskan bahwa BFP siap membantu pemilik supermarket dalam mengajukan kasus pidana. Selain itu, jika ada personel BFP yang terbukti mengizinkan atau berpartisipasi dalam penjarahan, mereka akan menghadapi kasus administratif untuk pelanggaran berat. Seorang relawan dilaporkan mengklaim bahwa seorang anggota Distrik Kebakaran Quezon City memberi mereka izin untuk mengambil alkohol. Namun, BFP belum memverifikasi klaim ini dan menganggapnya tidak berdasar sampai dikonfirmasi oleh bukti.
Pembersihan Internal dan Peninjauan Kebijakan BFP
Menanggapi insiden tersebut, BFP mempertimbangkan untuk membekukan sementara kelompok relawan tertentu selama penyelidikan berlangsung. Langkah ini bertujuan untuk mencegah insiden serupa dan menjaga integritas operasi respons kebakaran. Lembaga tersebut juga mendesak publik untuk melaporkan ketidakberesan guna mendukung upaya pembersihan internal mereka. Arroyo menekankan bahwa BFP tidak akan mentolerir pelanggaran dan berkomitmen untuk memastikan bahwa semua relawan pemadam kebakaran mematuhi standar perilaku tertinggi. Investigasi mencakup peninjauan protokol untuk penempatan dan pengawasan relawan di lokasi kebakaran.
Investigasi Lebih Luas dan Koordinasi
BFP telah meluncurkan dua penyelidikan terpisah: satu oleh penyidik kebakaran untuk menentukan penyebab kebakaran, dan satu lagi oleh tim pencari fakta dari BFP Wilayah Ibu Kota Nasional untuk menyelidiki tuduhan penjarahan. Kebakaran yang mencapai alarm kelima ini membutuhkan waktu sekitar enam jam untuk dipadamkan. BFP menjelaskan bahwa lokasi kebakaran tetap dalam pengawasan mereka sampai izin pembersihan dikeluarkan, karena investigasi berlanjut. Pemerintah Quezon City juga telah menjanjikan dukungan untuk penyelidikan dan menawarkan bantuan keuangan kepada pekerja yang terkena dampak melalui program Alagang QC.
Reaksi Publik dan Tindakan Pencegahan
Video viral ini telah menuai kecaman luas, dengan warganet menyerukan keadilan cepat. BFP berharap kasus ini dapat menjadi efek jera bagi orang lain yang mungkin mempertimbangkan untuk mengeksploitasi bencana. Arroyo mengulangi bahwa lembaga tersebut tidak akan ragu untuk menjatuhkan sanksi kepada relawan atau personel yang bersalah. Ke depannya, BFP berencana untuk meningkatkan pelatihan dan pengawasan kelompok relawan untuk mencegah insiden serupa. Publik didorong untuk tetap waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan dalam keadaan darurat di masa mendatang, memastikan bahwa pemadaman kebakaran tetap menjadi profesi yang mulia dan dapat dipercaya.